Artikel

Menghidupkan Malam Lailatul Qadar: Momentum Spiritual yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

Admin Rabu, 04 Maret 2026

Bandung Memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, umat Islam di seluruh dunia meningkatkan intensitas ibadah untuk meraih keberkahan Malam Lailatul Qadar, malam yang disebut dalam Al-Quran sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Lailatul Qadar memiliki makna teologis yang sangat mendalam. Dalam Surah Al-Qadr ayat 15 dijelaskan bahwa malam tersebut merupakan waktu diturunkannya Al-Quran dan menjadi malam penuh kemuliaan, keberkahan, serta ampunan. Para ulama sepakat bahwa malam ini terjadi pada salah satu malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, meskipun waktu pastinya dirahasiakan sebagai bentuk dorongan agar umat Islam bersungguh-sungguh dalam beribadah.

Momentum Refleksi dan Transformasi Diri

Ketua Program Studi Ekonomi Syariah (contoh narasumber lembaga), Dr. Ahmad Fauzi, M.E., menyampaikan bahwa Lailatul Qadar bukan hanya tentang kuantitas ibadah, tetapi juga kualitas transformasi diri.

Lailatul Qadar adalah momentum evaluasi spiritual. Ibadah yang dilakukan hendaknya melahirkan perubahan karakter, integritas, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari, ujarnya.

Menurutnya, nilai-nilai Lailatul Qadar sejalan dengan semangat pembangunan peradaban yang berbasis etika, kejujuran, dan tanggung jawab sosial.

Amalan yang Dianjurkan

Beberapa amalan yang dianjurkan pada malam-malam terakhir Ramadan antara lain:

  • Salat malam (qiyamul lail/tahajud)

  • Membaca dan mentadabburi Al-Quran

  • Memperbanyak dzikir dan doa

  • Itikaf di masjid

  • Memperbanyak sedekah

Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan dengan meningkatkan ibadah secara signifikan pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa beliau mengencangkan ikat pinggangnya, yang dimaknai sebagai kesungguhan dalam beribadah.

Relevansi Lailatul Qadar di Era Modern

Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat, Lailatul Qadar menjadi ruang kontemplasi dan perenungan mendalam. Malam ini mengajarkan pentingnya manajemen waktu, disiplin spiritual, dan konsistensi dalam kebaikan.

Sekretaris Lembaga Dakwah Kampus, Ustadzah Siti Rahmah, S.Ag., menambahkan:

Malam Lailatul Qadar adalah kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan. Satu malam yang penuh keberkahan dapat mengubah arah kehidupan seseorang menjadi lebih baik.

Beliau juga mengajak seluruh civitas akademika untuk memanfaatkan momentum Ramadan sebagai sarana memperkuat nilai religiusitas sekaligus meningkatkan kepedulian sosial.

Penutup

Malam Lailatul Qadar bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan kesempatan spiritual yang memiliki dampak jangka panjang bagi kehidupan pribadi maupun sosial. Dengan meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat komitmen moral, diharapkan setiap individu mampu meraih keberkahan yang dijanjikan serta menjadikannya sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik.

You May Like

STEMBI Bandung Rekrutmen Dosen

STEMBI Bandung Buka Rekrutmen Dosen Tetap untuk Empat Program StudiBandung – Sekolah Tinggi Ekonomi Manajemen Bisnis Islam (STEMBI) Bandung kembali...

Dokumentasi Seminar Hasil Penelitian Mahasiswa Ekonomi Syariah

STEMBI Bandung | 26 Februari 2026STEMBI Bandung kembali menyelenggarakan kegiatan akademik berupa Seminar Hasil Penelitian mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah...

Fenomena Zakat di Era Modern: Tantangan, Peluang, dan Peran Strategis dalam Pengentasan Kemiskinan

Dalam era globalisasi yang ditandai oleh dinamika sosial-ekonomi yang cepat, praktik zakat sebagai instrumen ekonomi Islam menunjukkan tren yang terus...